Udah Semester 6, Perasaannya Gimana?
Akhirnya, bisa ngetik lagi di blog ini. Kayaknya sih udh hampir sebulan ya,? nggak nggak, udah hampir 6 bulan gue gak berkunjung ke blog ini. Iya 6 bulan, terakhir gue ngetik tuh 1 September 2020. Ngapain aja bro? Iya iya. Gue bakal ngejelasin disini. So, langsung aja!
"Foto diambil sewaktu Semester 2, yaa gue tau ini wajahnya masih pada fresh dan happy kok"
Yep, 6 bulan emang waktu yang lama. Sama kek nungguin tugas di ACC sama dosen, lama banget bro!. Hehe bercanda. Dah gue lagi males bercanda. Oke, serius lagi.
6 bulan itu, gue udah kuliah, banyak tugas numpuk. Apalagi gue udah semester 6, udah mulai persiapan KKN, Skripsi laah dan lain - lain. "SKS gimana bro?" yaa SKS-nya
memang lebih dikit. Tapi, tugasnya jauh lebih banyak, ribet dan ahh sudahlah.
Dosen - dosen baik layaknya orang tua sendiri di semester 6 udah mulai
berkurang, meskipun masih ada yang kayak malaikat yaitu Dosen Pembimbing gue, hehe. Banyak juga kok Dosen yang memberikan mahasiswanya
memotret presentasi atau catatan di papan lewat handphone, yaah ini udah kebiasaan mahasiswa millenial ya. Dosen yang
hanya menerima acc (persetujuan) di waktu - waktu tertentu. Dosen yang
sering absen dan ngadain kelas pengganti seenak jidat dan juga Dosen yang sering batalin jadwal kampus mendadak :(, U know laah rasanya.
"Contohnya gini :v. Bisa dibayangin punya Dosen yang seperti ini"
Sekarang
gue udah ngerasain sedikit asam - garam kuliah. Serius. Di kampus, ada pepatah bilang “Dosen adalah Tuhan” itu berlaku bagi gue. Tapi gatau juga berlaku di orang lain atau tidak. Dosen selalu benar walaupun
salah. Ada yang telat 15 menit langsung saja dianggap Alpha, sedih gak sih?,
Gue sekarang udah di semester 6. Kuliah itu nggak sama kayak yang di TV atau film-film. Datang dengan
wajah bahagia, menyapa teman dan dosen dengan ceria, mengerjakan tugas
dengan gembira, serta lulus tepat waktu dan membanggakan orangtua. Gak gak gak, that's all BULLSH*T bro. Ingat, kuliah tidak seindah itu, teman/sahabat ku.
Selain itu, ada aja halangan kayak dosen - dosen yang
subjektif meskipun ini gak berlaku di kampus gue. Ketika dosen ini nggak suka sama lo, jangan ngarep bisa
lulus mata kuliah itu dengan mudah. Bisa - bisa, lo fail mata kuliah ini
karena alasan sepele: dia nggak suka sama lo. Mau marah? Nggak bisa.
Dosen adalah Tuhan. Lo mau marah sama Tuhan? Dosa. Masuk neraka.
Untungnya,
gue belum punya masalah ataupun belum pernah ketemu dengan dosen - dosen yang subjektif itu. Jangan
sampai. Cukup mendengarkan ceritanya dari teman-teman kuliah gue yang
udah senior. Itu udah lebih dari cukup.
End!



0 Komentar